Sejarah Buyut Banjar Dan Desa Bulak (Legenda 41 Kera)

Sejarah Buyut Banjar Dan Desa Bulak (Legenda 41 Monyet)

Banjar - Desa Bulak

Banjar – Lokasi Di Desa Bulak Kec. Jatibarang – Indramayu 45273

Bercerita tentang Banjar maka tidak lepas dengan asal usul Desa Bulak atau sebaliknya, maka dari itu Banjar dan Desa Bulak ini selalu dikaitkan bersama seiring waktu berjalan membawa sejarah ini.
Ok kali ini saya akan mengungkap sejarah Desa Bulak dan Banjar, Sekaligus Tanah kelahiran Saya tapi saya akan mengungkap dari segi sudut pandang “Buku Sejarah Indramayu dan Folklore Daerah Indramayu, hal:  311″.
Banjar adalah nama tempat di daerah Bulak Kecamatan Jatibarang Kab. Indramayu. Banjar dikenal dengan nama Ki Buyut Banjar. Sampai sekarang terkenal dengan keranya. Berdasarkan cerita orang tua, asal usulnya adalah sebagai berikut.Pada jaman dahulu ada lima kerajaan yang berkuasa di sini, yaitu:

  1. Pagusten Pangeran Suryanegara (dari Cirebon)
  2. Pangeran Mangkunegara (adik Pangeran Suryanegara), yang bertempat tinggal di desa Sleman.
  3. Pangeran Kartanegara, bertempat tinggal di kampong Karang kendal.
  4. Pangeran Martanegara, bertempat tinggal di gunung Jati.
  5. Pangeran Patmanegara, bertempat tinggal di Wanacala (sebelah Timur Cirebon).

Diantara kelima Pangeran itu, Pangeran Suryanegaralah yang paling berkuasa dan yang paling mempunyai kesaktian. Daerah yang dikuasainya yaitu: sebelah barat Bulak, Kedungwarak Bungkak, Kesambi Jamprah, Kedung, Tanahanila (Alas Sewu), sebelah timur Kedungwungu, Kedung Tambi, Sudikampiran, Cangkingan, Kedokan Utara, Jempatan Petakan. Di Jempatan Petakan inilah terdapat Sungai Longgagastina. Pangeran Suryanegara mengerahkan rakyatnya untuk bekerja membuat Kali Longgagastina tersebut. Pangeran Suryanegara mengutus Nyi Ayu Kelir dari daerah Kedokan supaya bekerja bersama-sama denga utusan dari kerajaan lainnya. Utusan dari Kedokan berjumlah 41 orang dipimpin oleh Ki Ratim. Utusan ini datang menghadap Pangeran Suryanegara dengan maksud menghadiri pembuatan kali tersebut, tapi sayang … kali yang dimaksud itu sudah selesai. Maka Pangeran Suryanegara marah. Katanya, “Malas, tak mau mentaati perintah, untuk apa datang kalau sungai Longgagastina sudah selesai.”

Karena kesalnya, akhirnya sang raja (Pangeran Suryanegara) mengeluarkan kata-kata yang sangat kejam (menurut istilah Indramayu “nyumpatani”), yaitu:
“Mulai saat ini kamu semua bukanlah manusia lagi, tetapi semuanya adalah kunyuk (kera), dan sebagai tempat tinggalmu saya beri nama Ki Buyut Banjar. Mulai saat inilah kamu menempati tempat ini. Kamu hanya dapat makan dari orang yang mempunyai kaul (nadzar), atau dari orang-orang yang lalu lalang di jalan itu. Kamu wajib meminta.”

Demikianlah kisah manusia menjadi kera, yang sampai sekarang kera itu berjumlah 41 ekor, dipimpin oleh seekor sebagi ketuanya. Menurut cerita, kera ketua itu adalah Ki Ratim sebagai pemimpin 41 orang dari desa Kedokan. Dengan adanya kera-kera tersebut, sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indramayu setiap hari Lebaran mendatangi Ki Buyut Banjar ini. Mereka datang karena masih terpengaruh oleh adat jaman dahulu yang masih percaya akan ketakhyulan. Mereka beranggapan bahwa kera-kera itu sama dengan kita, karena mereka pada mulanya adalah manusia, maka berebutlah orang-orang datang membawa nasi dan makanan lainnya dengan maksud untuk memberi makan kera-kera itu.

Begitu ceritanya sobat, nah untuk lebih menambah referensinya mending kita dengerin lagu Buyut Banjar dari Mas Qoqo (warnoqo) yuuk sapa tau dengan lagu ini bisa lebih paham.
langsung aja deh nih lagunya capcus yuuk

Sekian dari saya, kurang lebihnya mohon maaf…..
Silahkan sobat tinggalkan komentar atau hubungi Admin

Regards, Abhie Nicotine

Artikel Lainnya :

About these ads

Tentang abhienicotine

Abhie mulai mengenal internet sejak SMA kelas 2. semua berawal dari keingintahuan dan ketertarikan. Terkadang Ia ingin mendalami sesuatu namun selalu kesulitan karena keterbatasan media yang tidak Ia miliki. Tapi semua masih bisa di siasati dengan keadaan Abhie sekarang. Menurut Abhie internet memang dunia tanpa batas, Guru dari maha guru, Tergantung bagaimana kita menyikapi apa yang kita temukan di internet Seperti istilah SEMUA ADA DI GOOGLE KECUALI TUHAN. Menarik menurut Abhie. .:: Bukan Tidak Bisa - Tapi Belum Bisa::.

Posted on Juli 28, 2012, in Artikel, Desa Bulak, Sejarah and tagged , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: